Implementasi Multikultur dalam lingkungan sekolah SMP Model terpadu Madani

Pendidikan multikultural adalah strategi  pendidikan yang diaplikasikan pada semua jenis mata pelajaran dengan cara menggunakan perbedaan kultural yang ada para siswa, seperti perbedaan etnis, agama, bahasa, gender, kelas sosial, ras, kemampuan, dan umur agar proses belajar menjadi efektif dan mudah (Yaqin, 2005:25)

Yang mempertajam perbedaan itu ialah orang dewasa dengan berlatar belakang kepentingan politik – Daud Samara S.Pd., M.Pd

Perkembangan pendidikan yang semakin maju dan pesatnya, sekolah semakin banyak dan mudah diakses, setiap kota tumbuh sekolah- sekolah baru dengan karakter- karakter yang unik dan menonjol salah satunya adalah SMP Model Terpadu Madani. Dengan komitmen yang tinggi SMP Model Terpadu Madani mempunyai impian dan cita-cita untuk mengembangkan potensi anak-anak bangsa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dengan skill yang mumpuni.

Pendidikan multikultural menawarkan satu alternatif melalui penerapan strategis dan konsep pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keragaman yang ada dimasyarakat, khususnya yang ada pada siswa seperti pada keragaman etnis, budaya, bahasa, agama dan ras. Yang terpenting, strategi pendidikan ini tidak hanya bertujuan agar supaya siswa mudah memahami pelajaran yang dipelajarinya, akan tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran mereka agar selalu berperilaku humanis, pluralis, dan demokratis.

Di SMP MODEL Terpadu Madani Implementasi pendidikan multiktural yang kami lihat 3 sisi yakni dari sisi HAM, Demokrasi dan Kebebasan dalam beragama. Di mana dalam perbedaan agama, ras, suku, budaya maupun etnis mereka bisa hidup berdampingan tanpa ada permasalah yang serius. Jika di kaji dalam sisi demokrasi nya terbukti mereka dapat menjalan kan dan melaksanakan demokrasi yang baik tanpa melihat suku dan agama nya, sebab pada pemilihan ketua osis yang dapat di ketahui bersama bahwa di SMP Model terpadu Madani itu mayoritas islam, namun ketua yg terpilih berasal dari agama Hindu mereka memilih ketua osis tidak berdasar kan agama, suku, ras, budaya mau pun etnis melainkan karena etos kerja calon pemimpin nya.

Mengenai Kebebasan Berkumpul dan Beragama bahwa :
1. Pada saat memasuki waktu ibadah, mereka semua saling mengingat kan dan tidak ad yang saling mengganggu
2. Untuk Masalah Diskriminasi itu tidak terjadi dalam sekolah karena mereka sejak awal masuk sudah ditekankan nilai-nilai toleransi dan saling menghargai
3. Dalam Impilementasi nilai-nilai keyakinan beragama masing-masing siswa difasilitasi oleh sekolah (ruangan ibadah)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai