Implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran

PENDIDIKAN multikultural adalah sebuah proses penanaman cara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya, agama yang hidup di tengah-tengah masyarakat plural (Introduction to multikultureal education, ed. Boston; Allyn & Bacon 2002).

Pendidikan multikultural (multicultural education) merupakan strategi pendidikan yang memanfaatkan ke-beragaman latar belakang kebudayaan dari para peserta didik sebagai salah satu kekuatan untuk membentuk sikap multikultural. Strategi ini sangat bermanfaat, sekurang-kurangnya bagi sekolah sebagai lembaga pendidikan dapat membentuk pemahaman bersama atas konsep kebudayaan, perbedaan budaya, keseimbangan, dan demokrasi dalam arti yang luas Dalam konteks keindonesiaan, pendidikan multikultural pada hakikatnya mencoba membantu menyatukan kesukuan, ras dan golongan secara lebih manusiawi, dengan menekankan pada perspektif pluralitas kemasyarakatan. Dengan demikian, sekolah dikondisikan untuk mencerminkan praktik dari nilai-nilai pluralitas.
Dalam konteks Indonesia, pendidikan multikultural menyentuh konteks-tualisasi kehidupan manusia Indonesia. Kesadaran bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beragam suku, budya, agama, identitas, sejarah lingkungan, dan pengalaman hidup yang unik dan berbeda-beda. Perbedaan adalah identitas terpenting dan otentik setiap manusia daripada kesamaannya. Sudah saatnya kegiatan belajar-mengajar ditujukan agar peserta didik tidak hanya menguasai materi ilmu atau nilai, tetapi mengalami sendiri proses berilmu dan hidup dalam kebersamaan di ruang kelas dan sekolah.
Untuk itu, guru tidak lagi ditempatkan sebagai aktor tunggal terpenting sebagai kamus berjalan yang serba tahu dan serba bisa. Guru yang efisien dan produktif ialah jika ia bisa menciptakan situasi sehingga tiap peserta didik belajar dengan cara sendiri yang unik. Kelas disusun bukan untuk mengubur identitas personal, tetapi memperbesar peluang tiap peserta didik mengaktualisasikan diri masing-masing. Pendidikan sebagai transfer ilmu dan nilai tidak memadai, namun bagaimana tiap peserta didik menemukan dan mengalami situasi beriptek dan berkehidupan otentik. Guru tidak lagi sebagai gudang ilmu dan nilai yang tiap saat siap diberikan kepada peserta didik, tetapi sebagai teman dialog dan partner menciptakan situasi beriptek dan bersosial. Pembelajaran di kelas disusun sebagai simulasi kehidupan nyata sehingga peserta didik berpengalaman hidup sebagai warga masyarakat.
Kurikulum di persekolahan pun harus diracik se demikian rupa. Aneka kelompok budaya yang berbeda dalam masyarakat, bahasa, dan dialek di mana para pelajar lebih baik berbicara ten tang rasa hormat di antara mereka dan me nunjung tinggi nilai-nilai kerja sama, dari pada mem-bicarakan persaingan dan prasangka di antara sejumlah pelajar yang berbeda dalam hal ras, etnik, budaya dan kelompok status sosialnya perlu dimasukkan. Pendidikan berbasis multikultural didasar-kan pada gagasan filosofis tentang kebebasan, keadilan, kesederajatan dan perlindungan terhadap hak-hak manusia. Hakikat pendidikan multikultural mempersiapkan seluruh siswa untuk bekerja secara aktif menuju kesamaan struktur dalam organisasi dan lembaga sekolah. Pendidikan multikultural bukanlah kebijakan yang mengarah pada pelembagaan pendidikan dan pengajaran inklusif dan pengajaran oleh propaganda pluralisme lewat kurikulum yang berperan bagi kompetisi budaya individual.
Tujuan pendidikan berbasis multikultural di antaranya; (1) untuk memfungsikan peranan sekolah dalam memandang keberadaan siswa yang beraneka ragam; (2) untuk membantu
siswa dalam membangun perlakuan yang positif terhadap perbedaan kultural, ras, etnik, kelompok keagamaan; (3) memberikan ketahanan siswa dengan cara mengajar mereka dalam mengambil keputusan dan keterampilan sosialnya; (4) untuk membantu peserta didik dalam membangun ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran positif kepada mereka mengenai perbedaan kelompok

Sumber:
Mukodi (2012) konsep pendidikan berbasis multikultural: Jurnal penelitian pendidikan, Vol 4 (1) Hal 686
Winarto (2022) “pentingnya pendidikan mutikultural di sekolah” http://beritamagelang.id/pentingnya- pendidikan- multikuktural- di- sekolah, diakses pada 10 Desember 2022 pukul 10.27 WITA

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai