Pembelajaran berbasis Multiktural

Illustration spongebob (perbedaan untuk menyatukan)

Pembelajaran berbasis multikultural berusaha memberdayakan siswa untuk mengembangkan rasa hormat kepada orang yang berbeda budaya, memberi kesempatan untuk bekerja bersama dengan orang atau kelompok orang yang berbeda etnis atau rasnya secara langsung. Pendidikan multikultural juga membantu siswa untuk mengakui ketepatan dar pandangan pandangan budaya yang beragam, membantu siswa dalam mengembangkan kebanggaan terhadap warisan budaya mereka, juga memberikan kesadaran diri siswa terhadap nilai-nilai keberbedaan dan keberagaman yang melekat pada kehidupan siswa lokal sebagai faktor yang sangat potensial dalam membangun cara pandang kebangsaan.

Menurut Banks, (1993) pembelajaran multikultural pada dasarnya merupakan program pendidikan bangsa agar komunitas multikultural dapat berpartisipasi dalam mewujudkan kehidupan demokrasi yang ideal bagi bangsanya.

Penerapan pendidikan multikulturalisme di sekolah antara lain: menyamaratakan hak dan kewajiban seluruh siswa di sekolah tanpa memandang perbedaan masing-masing siswa menanamkan sikap saling peduli dan toleransi antar siswa di sekolah.

Dengan kesadaran diri siswa terhadap nilai-nilai lokal, siswa di samping memiliki ketegaran dan ketangguhan secara pribadi, juga mampu melakukan pilihan-pilihan rasional (rational choice) ketika berhadapan dengan isu-isu lokal, nasional dan global. Siswa mampu menatap perspektif global sebagai suatu realitas yang tidak selalu dimaknai secara emosional, akan tetapi juga rasional serta tetap sadar akan jati diri bangsa dan negaranya. Kemampuan akademik tersebut, salah satu indikasinya ditampakkan oleh siswa dalam perolehan hasil pembelajaran yang dialami.

Model pembelajaran berbasis multikultural terdiri atas tujuh langkah:

1) analisis lingkungan multikultural,
2) profil lingkungan multikultural,
3) identifikasi mata pelajaran yang relevan dan potensial,
4) perumusan topik-topik pembelajaran multikultural,
5) penyusunan paket pembelajaran multikultiral,
6) pelaksanaan pembelajaran multikultural di
kelas dan
7) evaluasi dan refleksi.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai