
Kemajemukan bangsa Indonesia yang tak dimiliki oleh bangsa lain ini, menjadi modal sosial dengan konstruksi berbasis kearifan lokal. Heterogenitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab tersebut tentunya harus dijaga dan dilestarikan sebagai khasanah budaya nasional. Dalam konteks hubungan sosial (interaksi sosial) baik secara horizontal maupun vertikal dalam realita pluralitas tersebut, dibutuhkan instrumen pendidikan yang berkarakter terbuka, inklusif, toleran dan pluralis. Bahasa pendidikan sebagai media sosio-kultur menjadi jembatan antara realita sosial dengan sikap yang mesti ditunjukan oleh masyarakat, dalam hal ini adalah warga sekolah seperti guru dan siswa.
Sebagai upaya dalam menjaga dan melestarikan budaya nasional siswa/i mementas kan beberapa kesenian dari berbagai daerah, namun fokus utama dari artikel ini yaitu Keunikan Tarian Pamonte Pada Karnaval Kebhinekaan di SMP Model Terpadu Madani.
Tari Pamonte adalah salah satu tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Sulawesi Tengah.
Makna Tarian Pamonte adalah menggambarkan kehidupan masyarakat pada saat musim panen padi tiba. Di mana mereka memetik serta menuai padi secara gotong. Tari Pamonte juga menggambarkan kegembiraan dan ungkapan rasa syukur atas panen yang mereka dapatkan. Rasa bahagia dilakukan dengan saling bergotong-royong dan bahu-membahu. Sehingga terlarut dalam semangat kebersamaan yang tinggi dan penuh sukacita.