Mengenal perbedaan istilah yang menyatukan dalam permainan latto-latto

Sumber: Ig- soloindahcv

Bicara soal permainan, mungkin anak-anak jaman sekarang akan lebih banyak membicarakan nama video game atau permainan modern lainnya.

Munculnya sejumlah alat teknologi membuat permainan tradisional tergeser. Padahal, permainan tradisional lebih mudah, hemat biaya, mengutamakan kebersamaan, kecerdasan, dan ketangkasan.Tradisi permainan tradisional merupakan aset warisan budaya yang tidak ternilai harganya. Di dalamnya terkandung  nilai-nilai, seperti nilai sosial yang mengajarkan kekompakan, kerjasama, solidaritas, tolong menolong, hingga mampu menerima kekalahan.

Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan hampir di setiap wilayah nya mempunyai permainan tradisional. Di wilayah sulawesi selatan sendiri ada sebuah permainan tradisional bernama latto-latto.

Dengan muncul nya Tren permainan latto-latto ini bisa membuat anak-anak untuk mengurangi penggunaan gadget.
Nama latto-latto diambil dari bunyi yang ditimbulkan ketika alat itu dimainkan. Orang Bugis menyebutnya “malletto-letto”, sedangkan orang Makassar menyebut “allatto-latto”. Namun, di beberapa daerah lain mempunyai penyebutan yang berbeda misal nya untuk orang kaili menyebut nya “Tekku-tekku” dan orang pamona menyebut nya ” Katto-katto”. Namun, perbedaan penyebutan bukan berarti halangan untuk memain kan permainan tersebut secara bersama-sama. Bahkan, terkadang di kalangan anak kecil permainan latto-latto bisa menjadi ajang untuk menambah teman baru. Mereka memainkan nya dalam bentuk grombolan dan saling adu kecepatan dan ketahanan dalam memain kan nya. Gerombolan anak-anak mengayunkan latto-latto nya. Mereka tampak asik. Suara latto-latto pun bukan hanya bisa di dengar di lingkungan sekitar rumah, bahkan dalam lingkungan kampus pun bisa di dengar. Anak-anak, remaja dan orang tua mulai menggemari permainan ini bahkan di berbagai tempat sudah banyak yang melombakan permainan latto-latto ini.

Demam latto-latto yang kini melanda anak-anak setidaknya menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. 





Sumber:
Arone D. Awing (2022) Praduga Tak Bersalah ki Permainan Latto-Latto. https://bugispos.com/2022/11/26/praduga-tak-bersalah-ki-permainan-latto-latto/. Di akses pada 08 Desember 2022 pukul 19.32

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai